Infrastruktur
Beranda » Berita » Pemkot Bandung Genjot Pengolahan Sampah, Target Tambah Kapasitas 100 Ton per Hari

Pemkot Bandung Genjot Pengolahan Sampah, Target Tambah Kapasitas 100 Ton per Hari

Bandung, Arsiran.id – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat penanganan persoalan sampah dengan memperkuat pengolahan di tingkat kota. Upaya ini dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, mulai dari mengaktifkan kembali fasilitas pengolahan hingga meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan salah satu fokus utama saat ini adalah mengoperasikan kembali Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi karena pemeliharaan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 100 ton per hari dalam waktu sekitar satu bulan. Sejumlah TPST seperti di Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis menjadi prioritas untuk segera diaktifkan kembali.
“Penambahan pengolahan sekitar 100 ton per hari kita harapkan bisa tercapai dalam satu bulan melalui reaktivasi TPST yang sempat masuk masa pemeliharaan,” ujar Salman, Rabu (29/4/2026).

Secara keseluruhan, terdapat enam TPST yang akan dioptimalkan. Dengan langkah tersebut, DLH menargetkan total pengolahan sampah meningkat dari 350 ton menjadi 450 ton per hari.
Namun demikian, Salman menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali fasilitas tidak bisa dilakukan secara instan. DLH masih harus melengkapi sejumlah aspek administratif serta memastikan kesiapan teknis agar operasional berjalan maksimal.

Selain itu, kerja sama lintas sektor juga terus diperkuat, termasuk dengan TNI. Salah satu fasilitas pengolahan yang berada di kawasan Secapa saat ini tengah dalam proses koordinasi untuk kembali difungsikan.

Polisi Ungkap Kasus Perampokan Rumah Lansia di Cigadung Bandung, Dua Pelaku Ditangkap

“Komunikasi terus kami lakukan untuk mengaktifkan teknologi pengolahan yang sudah tersedia di sana,” katanya.

Di sisi lain, upaya pengurangan sampah dari sumber juga tetap menjadi perhatian. DLH mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik melalui berbagai metode seperti komposting, rumah maggot, hingga pemanfaatan gas.
Untuk pengangkutan ke TPA Sarimukti, kuota pengiriman saat ini masih dibatasi sekitar 980 ton per hari. Namun, tingginya volume sampah membuat kuota tersebut diperkirakan akan habis lebih cepat.

“Diperkirakan akhir minggu ini kuota sudah habis. Kami prioritaskan pengangkutan di titik-titik krusial, sementara lokasi lain diatur jadwal dan rutenya,” jelas Salman.

Sejumlah titik penumpukan sampah sempat menjadi sorotan, salah satunya di Pasar Induk Gedebage yang kini telah tertangani. Sementara itu, penanganan masih terus dilakukan di kawasan eks TPA Dago dan Ciwastra.

Kasus Dugaan Korupsi Erwin dan Rendiana Awangga Mandek, Kejati Jabar: Jika Tak Ada Bukti Tak Bisa Dipaksakan

DLH juga meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan guna mencegah masuknya sampah dari luar daerah yang dapat memperparah kondisi.

Dalam waktu dekat, bantuan mesin pengolah sampah dari TNI Angkatan Darat akan mulai diuji coba. Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan, khususnya di wilayah Ciwasta.

“Awal bulan depan direncanakan uji coba atau commissioning test. Harapannya bisa membantu mengurangi timbulan sampah,” ujarnya.
Sementara itu, program pengolahan sampah berbasis masyarakat seperti Gaslah menunjukkan hasil positif. Bahkan, realisasi pengolahan kerap melampaui target harian sekitar 40 ton.

DLH juga mendorong optimalisasi fasilitas pengolahan organik di tingkat wilayah, seperti komposter, bata terawang, dan rumah maggot. Jika terjadi kelebihan kapasitas, pengolahan akan dialihkan ke fasilitas lain, termasuk eks TPA Jelekong yang kini dimanfaatkan sebagai lokasi produksi kompos dan media tanam.

Gugatan terhadap KAI Dicabut Sementara, Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Siapkan Gugatan Baru di PN Bandung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *